u3-OIP
Bully bukan sebuah trend

Bully atau perundungan adalah suatu tindakan yang bisa menyakiti orang lain secara berulang. Baik secara mental diri atau fisik, bully sering terjadi linkungan sekolah, masyarakat dan juga media sosial. Orang orang sering mengira kalau bully adalah hal yang keren atau sebuah trend. Padahal tidak bully dapat membuat korban mengalami stress, kehilangan kepercayaan diri, bahkan depresi sampai bunuh diri. 

Bully atau perundungan memiliki beberapa jenis yaitu, perundungan fisik, perundungan verbal, perundungan relasional, dan juga cyberbullying. Contohnya adalah, mendorong, mengejek, mengucilkan dan memberi komentar negatif di sosial media. Dan juga kita harus ingat kalau kita mengalami perundungan  jangan hanya diam, tetapi kita harus melaporkannya kepada orang tua atau orang terdekat. Jangan takut atau cemas kalau di ancam daripada kamu menjadi depresi.

Dan juga kita harus bisa menyadari atau melihat ketika sesama kita terkena bully, jangan menjadi orang yang cuek dan tidak pedulian. Biasanya yang menjadi pelaku bully akan mengenai hukum yaitu, dia bisa kena skors, teguran atau peringatan bahkan ada yang masuk penjara.

Jika bully dianggap tren dan keren berarti kita menormalisasikan bully terjadi. Setip orang mempunyai hak untuk melapor, kita harus bisa bersatu untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bully. Dunia yang aman dan nyaman bukan tercipta dari kekuatan untuk menindas atau mengejek, melainkan dari keberanian untuk melindungi. Mari kita mengurangi bully agar tidak akan banyak korban.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait